Rabu, 20 November 2019

phonology.explain

phonology explain (ilmu linguistik)





disini akan kita bahas lebih rinci phonology linguistic. 
linguistic:bahasa.
apa fungsi bahasa??
1.sebagai alat komunikasi
2.sebagai alat berekspresi

dicabang phonology ini akan kita bahas pelafalan bunyi yang memiliki makna, atau bisa disebut cara penyampaian bahasa(linguistic).


sebelumnya di blog saya sebelumnya banyak yang bertanya "what is different phonology and phonetic?"

ok, di ilmu phonology terdapat dua bagian
1. phonetic: bagaimana bunyi diproduksi oleh alat manusia, ex: bibir, lidah, rahang, gigi.
2. phonemic: bagaimana bunyi itu dapat membedakan makna.

↪ conclusionnya, phonology berarti bidang yang mengkaji bunyi yang bermakna yang diucapkan oleh manusia. sedangkan phonetic bidang yang mengkaji bunyi yang diucapkan oleh manusia tanpa mengkaji tentang maknanya.

example:
the difference in meaning between "seed" and "deed" lies in the fact that the iinitial sound of the first word. is s [s] an the initial sound of second words is d [d]. the forms of the two words are identical exept for the initial consonants. what makes the two words different in meaning is the consonants [s] and [d] thus these are.
perbedaan makna antara "seed" dan "deed" terletak pada kenyataan bahwa bunyi awal kata pertama. is s [s] bunyi awal kata kedua adalah d [d]. bentuk kedua kata tersebut adalah kecuali identik untuk konsonan awal. apa yang membuat kedua kata itu berbeda artinya untuk konsonan [s] dan [d] demikianlah adanya.


ANSWER:
PHONETIC:






PHONOLOGY:


Kamis, 17 Oktober 2019

PHONOLOGY

PHONOLOGY
 
Apa yang dimaksud dengan Phonology?

Yang dimaksud dengan Phonology adalah cabang linguistik berkaitan dengan organisasi sistematis suara dalam bahasa.
Phonologyjuga mencakup studi sistem organisasi yang setara dalam bahasa isyarat.bagian dari ilmu bahasa yang mempelajari tata bunyi/kaidah bunyi dan cara menghasilkan. Phonology merupakan bagian penting dari suara atau bunyi di dalam pengucapan bahasa.

 Fungsi phonology
 
1.mengetahui perubahan bunyi pada suatu kata yang diucapkan.

2.Mempelajari proses pembentukan bunyi , penyampaian/pengucapannya.

3.Mempelajari cara kerja organ tubuh manusia, terutama menyangkut penyampaian bahasa.
      Aturan phonology
         a. Phonetic
Phonetic mempelajari bagaimana sesuatu bunyi yang dihasilkan oleh manusia disebut secara betul. Sedangkan fonologi adalah ilmu yang berdasarkan fonetik dan mempelajari sistem fonetika
         b. Alat ucap
        Alat ucap adalah organ pada tubuh manusia yang berfungsi dalam pengucapan bunyi bahasa. Organ-organ yang terlibat antara lain adalah paru-paru, laring, faring, rongga hidung, rongga mulut, bibir, gigi, lidah, alveolum, palatum, velum, dan uvula.
        Alat ucap terbagi dua yaitu artikulator pasif dan artikulator aktif. Artikulator pasif adalah organ-organ yang tak bergerak sewaktu terjadi artikulasi suara seperti bibir atas, gigi atas dan alveolum. Artikulator aktif bergerak ke arah artikulator pasif untuk menghasilkan berbagai bunyi bahasa dengan berbagai cara. Artikulator aktif utama adalah lidah, uvula, dan rahang bawah (termasuk gigi bawah dan bibir bawah).

       c. Proses fonasi
         Fonasi atau proses bersuara adalah suatu proses di mana pita suara di tenggorokan menghasilkan bunyian dengan atau tanpa suara. Misalnya, konsonan ‘h’ dan ‘k’ dihasilkan tanpa getaran pita suara, karena itu disebut bunyian tanpa suara. Bunyian vocal (a, i, u, e, o) dihasilkan dengan getaran pita suara, maka disebut bunyian bersuara.
 
      d. Klasifikasi bahasa
Klasifikasi bahasa adalah  sebuah metode untuk menyusun data secara sistematis atau menurut beberapa aturan atau kaidah yang telah ditetapkan dalam mengelompokan bahasa.
 
         e. Klasifikasi vocal
        Klasifikasi vocal adalah  sebuah metode untuk menyusun data secara sistematis atau menurut beberapa aturan atau kaidah yang telah ditetapkan dalam mengelompokan vocal/suara
 
          f. Silabel
       Silabel atau Suku kata adalah satu fonem atau lebih yang ditandai oleh satu puncak kenyaringan fonem yang terletak pada vokal.
   sumber:  https://www.ilmubahasainggris.com/linguistic-pengertian-phonology-fungsi-dan-aturan-dalam-bahasa-inggris/
 
"Phonology merupakan ilmu bahasa yang mempelajari tentang bunyi, suara, dan cara bahasa dalam linguistic"

menurutku kita belajar phonology untuk memperbaiki pronouncation kita selama ini yang memang jauh dari kata sempurna guys. di blog selanjutnya akan aku share masalah apa saja yang membuat pronouncation kita belum bagus . jangan lupa comment yaa👇👇👇
 


Jumat, 11 Oktober 2019

About Linguistic

Linguistic
Oke karna aku berada di jurusan bahasa inggris, jadi aku mau kasih Tau apa yang aku ketahui tentang linguistic.
Tapi aku belum tau apa itu linguistic, jadi setelah aku searching di Google, Well, introduction to linguistics atau bisa juga disebut sebagai pengantar linguistik adalah suatu materi yang mengenalkan seluk beluk bahasa, mulai dari jenis, pola, dan bentuknya.
Selanjutnya, aku masih belajar 

setelah aku telusuri, aku menemukan

PENGANTAR LINGUISTIK (PROF.DR.J.W.M.VERHAAR)

“PENGANTAR LINGUISTIK”
Jilid pertama
Cetakan ke : 20
Penerbit : gajah mada university press
1995
PROF.DR.J.W.M.VERHAAR
BAB I
                                                    APAKAH LINGUISTIK ITU?
1.      Mengenai namanya
Linguisti berarti ‘ilmu bahasa’. Kata ‘linguistik’ berasal dari kata latin lingua ‘bahasa’.
Ferdinant de Saussure, seorang sarjan Swiss, dianggap sebagai pelopor lingguistik modern. Bukunya Cours de linguistique generale (1916) sangat terkenal dan dianggap sebagai dasar lingguistik modern. Oleh sebab itu, beberapa istilah Saussure diterima umum sebagai istilah resmi, misalnya langage, langue, dan parole. Langage berarti bahasa pada umumnya, seperti dalam ucapan “manusia mempunyai bahasa, binatang tidak mempunyai bahasa”. Langue selalu berarti bahasa tertentu. Kata parole berarti logat, ucapan, perkataan.
2.      Mengapa “umum”?
Ilmu linguisti sering pula disebut “linguistik umum”. Artinya linguistrik tidak hanya menyelidiki suatu langue tertentu tanpa memperhatikan ciri-ciri bahasa lain. Para sarjana linguistik tidak hanya mempelajari ‘langue’ saja, tapi juga tenpatnya didalam “langage”.Pendeknya, linguistik harus umum.
3.      Linguistik sebagai ilmu pengetahuan spesifik
Semua menyelidiki bahasa bukannya “sebagai bahasa”, melainkan bahasa sebagai manifestasi dari sesuatu yang lain. Yang spesifik dalam ilmu linguistik ialah bahwa penyelidikan menyangkut bahasa ‘sebagai bahasa’. Prinsip tersebut memang sangat diakui namun secara praktis sering terdapat perbedaan pendapat mengenai apa yang menjadi kekhususan ilmu linguistik, hal itu disebabkan oleh karena adanya banyak pertindihan diantara masing-masing ilmu pengetahuan empiris dan filsafat. Yang penting bagi kita sekarang adalah mengingat bahwa prinsip tadi dianggap berlaku umum.
4.      Mengenai obyek linguistik
Yang jelas sampai sekarang adalah bahwa obyek linguistik itu adalah bahasa. Akan tetapi pengertian kata ‘bahasa’ itu belum tentu jelas. Oleh kerena itu, perlu kita batasi sebagai berikut
a.       “Bahasa“ dalampengertian kiasan misalnya dalam ucapan “bahasa dansa” “bahasa alam” dan lain sebagainya.
b.      “Bahasa” dalam pengertian harafiah. Kita harus membedakan langage, langue, dan parole.
Dalam pengertian (b) sajalah bahasa itu menjadi objek linguistik. Disamping itu kita juga membedakan bahasa lisan dan bahasa tulisan. Bahasa lisan merupakan objek primer ilmu linguistik, dan bahasa tulisan merupakan bahasa sekunder ilmu linguistik.
Akhirnya kita perlu bertanya bagaimana ‘langage’, ‘langue’, dan ‘parole’ dibedakan sebagai objek linguistik. Parole merupakan objek konkret untuk ahli linguistik, langue adalah objek yang sudah sedikit lebih abstrak, dan yang paing abstrak adalah langage.
BEBERAPA BIDANG ILMU DALAM LINGUISTIK
1.      Pembagian linguistik atas berbagai bidang
Semua cabang ilmu pengetahuan terbagi atas bidang-bidan “bawahan”. Dewasa ini tidak ada persetujuan diantara ahli linguistik bagaiman pembagian bidang-bidangnya. Diantara bidang yang dibedakan kita jumpai linguistik antropologis, lingiuistik sosiologois atau sosiolinguistik, linguistik komputasionil, dll.
Disini hanya akan diuraikan bidang-bidang dalam linguistik saja, yaitu bidang-bidang fonetik, fonologi, morfologi dan sintaksis. Sebelum itu akan dijelaskan mengenai perbedaan antara linguistik sinkronis dan dan diakronis, serta perbedaan antara tatabahasa (gramatikal) dan bendaharaan kata (leksikon).
2.      Linguistik sinkronis dan linguistik diakronis
Kedua istilah itu berasal dari Saussure. Linguistik diakronis adalah penyelidikan tentang perkembangan suatu bahasa. Perkembangan suatu bahasa dapat terjadi sedemikian rupa sehingga setelah beberapa abad timbullah beberapa bahasa yang benar-benar berlainan, karena variasi-variasi dari bahasa itu saling menjauhkan diri.
Lain lagi dengan linguistik sinkronis, bahasa dianalisa tanpa memperhatikan perkembangan yyang terjadi pada masa lampau. Yang tampak pada analisis sinkronis adalah apa yang lazim disebut “struktur”.
3.      Analisa leksikal dan analisa gramatikal.
Menurut sistematiknya, dalam setiap bahasa dapat dibedakan antara tatabahasa atau ggramatika bahasa itu dan pembendaharaan kata atau leksikon dalam bahasa yang sama. Oleh sebab itu, analisa tatabahasa atau analis a gramatikal dibedakan dari analisa leksikon, atau leksikologi, atau analisa leksikal.
Maka dari itu dalam semantik (analisa makna) lazim dibedakan pula antara semantik gramatikal dan semantik leksikal. Pembedaan tersebut dewasa ini banyak dipersoalkan.
4.      Fonetik, fonologi, morfologi, sintaksis
Selain dari leksikon, sistematik setiap bahasa meliputi empat taraf “hierarkis” lagi, yaitu fonetik, fonlogi, morfologi, dan sintaksis. Yang tertinggi dalam hierarki adalah morfologi dan skintaksis, disebut tatabahasa atau gramatika.
Fonetik atau ilmu bunyi yang menyelidiki bunyi bagaumana terdapat dalam parole atau sebagaimana terdapat didalamnya. Fonetik menyelidiki bunyi-bunyi bahasa menurut perbedaan diantaranya tanpa memperhatikan segi “fungsionil” dari perbedaan tersebut, edangkan fonologi menyelidiki bunyi bahasa hanya menurut segi fungsionilnya saja. Sebagai contoh dalam bahasa indonesia perbedaan antara /r/ dan /l/ adalah perbedaan antar-fonem. Sedangkan dalam bahasa Jepang perbedaan antara [r] dan [l] adalah perbedaan fonetis saja.
Morfologi atau tatabentuk menganalisa bagian-bagian kata. Misalnya dalam bahasa indonesi kata “terduduk” teriri atas morfem “ter” dan morfem ”duduk”. Morfem itu disebut satuan gramatikal yang terkecil dalam sistematik bahasa.
5.      Semantik
Sematik adalah cabang sistematik bahasa yang menyelidiki makna atau arti. Perbedaan antara leksikon dan gramatikal menyebabkan bahwa dalam semantik itu kita bedakan pula antara semantik leksikal dan semantik gramatikal. Mengenai semantik leksikal tidak perlu kita uraikan banyak, sebuah kamus merupakan contoh yang tepat dari semantik leksikal, makna tiap-tiap kata diuraikan disitu. Semantik gramatikal lebih sulit dianalisa. Memeang menurut perbedaan antara kedua taraf gramatika, yaitu morfoologi da sintaksis, maka masuk akal kita bedakan anatara semantik sintaksis dan morfologis. Padahal tidak semua bagian sintaksis dapat dikatakan bermakna, sedangkan dalam hal morfem-morfem tertentu maknanya sering sulit dianalisa.
Yang penting sekarang ialah kita sadari bahhwa semantik itu tidak merupkan taraf. Ada semanttik pada taraf leksikon, dan gramatika. Fonetik itu sama sekali tidak ada hubungannya dengan semantik, sedangkan pada taraf fonologi harus dikatakan bahwa fonem-fonem memang tidak bermakna.
6.      Linguistik teoritis dan linguistik terapan
Linguistik sebagai ilmu pengetahuan membutuhkan suatu teori yang konsekwen, sesuai teori linguistis.
Linguistik dapat dimanfaatkanpula untuk masalah praktis diluar linguistis itu sendiri. Misalnya bagaimana mengatasi kesulitan dalam pengajaran suatu bahasa asing? Kesulitan kesulitan tersebut untuk sebagian tidak menyangkut bahasa tetapi mialnya umur siswa, motivasinya, kemampuan untuk menghafalkan bahan-bahan, dls. Masalah semacam itu jelas termasuk ppsikologi belajar, psikologi perkembangan dan pendagogik. dipihak lain, linguistikpun dapat  dipakai untuk memudahkan soal-soal tadi. Lalu linguistik itu menjadi linguistik terapan, ilmu linguistik dan teori linguistik itu dikerjakan bukan demi teori itu sendiri, melainkan hanya sejauh menolong untuk mengatasi kesulitan tadi. Istilah Inggris untuk linguistik terapan adalah applie lingustics, dan dibedakan dari theoretical linguistics itu.

Selasa, 08 Oktober 2019

Welcome

Hallo guys, Selamat datang yahh di blog aku
semoga apapun yang aku share disini bisa bermanfaat bagi teman-teman semua :)


 

phonology.explain

phonology explain (ilmu linguistik) disini akan kita bahas lebih rinci phonology linguistic.  linguistic:bahasa. apa fungsi...